Minggu, 27 September 2015

Makassar, Centre Point of Indonesia


Sebagai persiapan dibukanya ketan Masyarakat Ekonomi ASEAN, Makassar perlebar pintu investasi di kawasan tersebut. Hal ini dilakukan melalui sejumlah even, salah satunya Makassar Investment Forum yang sudah berlangsung pada bulan Agustus 2015 lalu.

Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, Kota Makassar memiliki potensi investasi yang besar. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi dikawasan tersebut mencapai 9%. Angka tersebut jauh diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi secara nasional.
Hal ini tentunya membuat peluang investasi di Makassar terbilang prospektif. Oleh sebab itu, sentimen positif tersebut dimaksimalkan dengan kebijakan pemerintah daerah setempat yang bersahabat dengan iklim investasi. Keberadaan layanan satu atap, percepatan urusan perizinan dan pertumbuhan sektor konsumsi dan retail, bakal dimaksimalkan.

Centre Point of Indonesia
Ramdhan juga menyampaikan bahwa Makassar merupakan salah satu kota yang letak geografisnya berada di tengah Indonesia, atau boleh dikatakan Centre Point of Indonesia yang telah berkembang menjadi hub (pusat Kegiatan) di Indonesia Timur. Kalau peran Makassar diperkuat oleh pemerintah pusat sebagai pusat distribusi barang dan jasa, logistik serta perbankan, saya yakin Indonesia Timur akan maju dua kali lebih baik dari sekarang. Positioning inilah yang menjadi keunggulan strategis Kota Makassar.

"Karena positioning-nya sangat kuat, terletak di centro (tengah), maka keunggulan-keunggulan di Makassar adalah, yang pertama, bisnis. Nah, bisnis yang paling prospektif adalah properti, kemudian yang kedua adalah perdagangan dan jasa, yang ketiga adalah pariwisata. Nah, ketiga keunggulan inilah yang sangat mendominasi prospek bisnis di Kota Makassar," katanya.

Semua strategi tersebut terangkum dalam kerangka kerja antat pemerintah, investor dan pelaku di bidang investasi atau Public Private Partnership. Dengan langkah tersebut, maka Makassar bisa menjadi hub bagi berbagai kegiatan bisnis dan operasional berbagai perusahaan yang beroperasi di Indonesia Timur.

Sehingga, penyebaran pertumbuhan ekonomi bakal lebih merata di seluruh wilayah Indonesia. Memang, selama ini, disparitas atau ketimpangan pertumbuhan ekonomi menjadi hal yang lazim di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Kajian HD Asia Advisory tahun 2015, sebuah lembaga advisory investasi di Jakarta, memperlihatkan bahwa ketimpangan banyak terjadi di negara-negara ASEAN karena belum berjalannya proyek infrastruktur dan konektivitas, maupun kurang agresifnya pihak setempat dalam mengundang investasi dari calon-calon investor.

Oleh sebab itu, peluang investasi, khususnya untuk infrastruktur terbilang besar permintaannya. "Dan investasi serta peran swasta sangat diperlukan untuk memenuhi permintaan tersebut," pungkas Ramdhan. (bn)


Jika Anda ingin berinvestasi properti di Makassar silakan kunjungi : http://citralandcitymakassar.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar